Penyelenggaraan Ma’had Aly

Ma’had aly merupakan sekolah tingkat tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik bidang keagamaan Islam. Maksudnya diselenggarakan dengan melalui program sarjana dan atau program pasca sarjana. Program ini setingkat dengan progam pendidikan tinggi yang di selenggarakan oleh badan pendidikan yang lain.

Rumpun ilmu yang dikembangkan oleh Ma’had Aly adalah Ilmu keagamaan Islam dengan pendalaman kekhushusan yang biasa di sebut dengan takhashus disiplin ilmu keislaman tertentu yang meliputi : Lanjutkan membaca “Penyelenggaraan Ma’had Aly”

Pendaftaran izin operasional Pondok Pesantren Ma’had Aly

Pada saat ini selain pondok pesantren setingkat SD, SMP, maupun SMA sudah ada ketentuan tentang Mahad Aly. Pondok pesantren ini ditunjukkan untuk memfasilitasi antusias keinginan dari santri atau wali santri serta pengasuh pondok pesantren memiliki pengakuan secara formal bagi pendidikan tingkat tinggi di lingkungan pesantren. Dalam pendidikan ini santri yang melanjutkan studi di ma’had aly disebut dengan mahasantri.

Ada dua tujuan pendidikan ma’had aly yaitu : Lanjutkan membaca “Pendaftaran izin operasional Pondok Pesantren Ma’had Aly”

Cara Mendirikan yayasan pondok Pesantren

Cara Membuat yayasan pondok Pesantren. Pada saat ini, untuk melegalkan status pondok pesantren, diperlukan SK Menkumham, baik berupa yayasan maupun berupa kumpulan.

Ada hal yang perlu di ketahui bahwa ada perbedaan antara izin operasional pondok pesantren dengan yayasan ponpes. Izin operasional adalah sk yang dikeluarkan oleh kementerian agama dengan format tertentu sebagai bukti keabsahan sebagai lembaga pondok pesantren yang di akui legalitasnya oleh negara dan selanjutnya diberikan piagam izin operasonal, surat keputusan dan juga nomor statistik. Sedangkan yayasan adalah suatu badan hukum non profit yang melakukan kegiatan pada bidang sosial, dalam hal ini adalah pondok pesatren.

pembuatan yayasan pondok pesantren
konsultan membuat yayasan

Selain perbedaan tentang izin operasional ponpes dengan yayasan pondok, didalam sk menkumham pun ternyata masih ada pembagiannya. Yaitu yayasan dan perkumpulan. Jika anda mendatangi notaris untuk membuat sk menkumham bagi lembaga sosial entah TPQ atau madin atau yang lainnya, pastikan terlebih dahulu apakah menginginkan dibuat yayasan atau perkumpulan sebagai naungan lembaga dimaksud.

Untuk mengetahui perbedaan yayasan dengan perkumpulan ada banyak tersebar infonya di internet. Untuk kepentingan lembaga, bisa dikatakan kalau perkumpulan, 1 SK perkumpulan hanya untuk satu lembaga saja, misalnya perkumpulan TPQ maka hanya bisa untuk TPQ, tidak bisa dipakai sebagai pondok pesantren.  sedangkan yayasan bisa membawahi beberapa lembaga. Misalnya TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah, Pondok Pesantren, Sekolah, MI dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui perbedaan antara izin operasional, yayasan, perkumpulan. Berikut dilanjutkan dengan :

syarat mendirikan yayasan pondok pesantren

syarat pendirian yayasan pondok pesantren secara teknis sama saja dengan membuat yayasan secara umum. Adapun hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam rangka mendapatkan sk menkumham yayasan atau perkumpulan adalah :

  1. Menentukan apakah akan membuat yayasan atau perkumpulan sebagai payung hukum dengan menimbang dan mengingat kebutuhan lembaga.
  2. Menentukan pendiri dan pengurus yayasan pondok pesantren (Pembina, Pengawas, Ketua, Sekretaris, Bendahara) beserta peralatan yang diperlukan (kop surat yayasan dan stempel yayasan)
  3. Fotocopy KTP pendiri dan pengurus4. Fotocopy NPWP (nomor Pokok wajib pajak) pendiri dan pengurus

Itulah beberapa hal yang perlu di persiapkan sebelum anda melangkah untuk menuju ke notaris. Langkah pendirian yayasan pondok pesantren. Selanjutnya setelah syarat yang diperlukan dan sudah memilih untuk membuat yayasan atau perkumpulan, maka tindakan yang diperlukan yaitu :

  1. Mendatangi notaris sembari membawa persyaratan yang berlaku
  2. Dari notaris akan di buatkan akta. Dan yang menandatangani akta ini hanya pendiri saja (minimal 2 orang) dan bukan suami istri.
  3. SK Kemenkumham di ajukan oleh notaris
  4. Mencari surat keterangan domisili dari kelurahan dan kecamatan
  5. Pengajuan NPWP Yayasan
  6. Selesai
  7. Kecuali ada persyaratan lain terkait dengan kegiatan yayasan (misalnya pendidikan yang artinya harus mengajukan  izin operasional ke dinas pendidikan)

Sekedar catatan, untuk NPWP yayasan bisa di wakilkan konsultan atau notaris via online dan waktunya sekitar 1 bulan (menurut rekan yang bekerja di  sekitar notaris adalah waktu yang cukup lama)

Bagaimana tentang biaya pembuatan akta notaris yayasan pondok pesantren? Setelah bertanya kepada notaris maupun orang yang bekerja di sekitar wilayah itu, umumnya antara 6-7 juta rupiah. Sedangkan biaya pembuatan sk menkumham untuk perkumpulan lebih murah, mungkin kisaran 2-3 juta rupiah saja.

Akta Pendirian Yayasan Pondok Pesantren

Kenapa diperlukan akta pendirian yayasan pondok pesantren? Baiklah, pada saat ini pemerintah membuat aturan bagi pondok pesantren yang mendapatkan izin operasional diharuskan untuk memiliki SK Menkumham. Sehingga mau tidak mau bagi yang menginginkan legalitas lembaga nya dalam hal ini pontren maka seyogyanya segera mengurus akta sk menkumham baik itu yayasan ataupun kumpulan. Dan persyaratan sk menkumham adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi. Dilain pihak, dengan adanya yayasan atau kumpulan akan menjadikan status lembaga menjadi lebih jelas baik siapa yang berwenang dalam pendanaan maupun membuat SK bagi pengurus lembaga. Dan juga aset dari lembaga menjadi jelas kepemilikannya.Demikian untuk lebih lengkap dan detail dalam pembuatannya bisa di tanyakan dan konsultasikan kepada pejabat notaris terdekat.

Jenjang Pendidikan Pondok Pesantren

seperti diketahui bahwasanya pondok pesantren memiliki ciri khas dimana para siswa yang biasa disebut dengan santri umumnya tinggal di asrama dan dengan aturan dan ketentuan yang di gariskan oleh pondok pesantren. biasanya dalam pondok pesantren sudah diatur tentang jadwal kegiatan sehari hari dari mulai hari senin sampai ahad, mulai bangun tidur sampai menjelang bobo. selanjutnya bagaiamana dengan sistem pendidikannya? jenjang apa saja yang di tawarkan oleh pondok pesantren? Jenjang pendidikan pondok pesantren pada umumnya sama dengan jenjang pendidikan yang ada di Indonesia. dimulai dengan tingkat sekolah dasar/sederajat, dilanjutkan kemudian sekolah menengah pertama/sederajat, kemudian ada sekolah menengah atas/smu. bagi siswa non pesantren yang dari SLTP yang ingin melanjutkan ke pondok pesantren setingkat SMA, lumrahnya di masukkan kedalam pendidikan khusus selama satu tahun yang sering menggunakan istilah kelas takhashush. setelah SMA, ada beberapa pondok pesantren yang memiliki pendidikan setingkat perguruan tinggi. biasanya dinamakan dengan ma’had aly atau Pendidikan Tinggi Ilmu ……. .

Untuk lebih mengenal jenjang pendidikan pondok pesantren bisa disimak dibawah ini.

Jenjang pendidikan pondok pesantren setingkat SD atau sederajat

santri pondok pesantren setingkat SDSetelah anak memasuki usia wajib belajar sekitar 7 tahun. ada beberapa pondok pesantren yang memberikan pelayanan pendidikan pada tingkat ini. bagi anak umur setingkat SD, biasanya hanya sedikit pondok yang menyelenggarakan atau menerima anak seumuran SD yang tinggal di asrama. Dengan pertimbangan kerepotan mengurusi serta pertimbangan psikologis keperluan anak kepada kasih sayang orang tua. akan tetapi walau jarang, masih ada juga pondok yang membuka layanan ini. Misalnya pondok tahfidz banu salamah di Jenawi Karanganyar dengan pendidikan PPS Wajardikdas Ula (paket A Dibawah Kementerian Agama), ada juga Pondok pesantren Imam Bukhari dengan paket B nya dan pondok pesantren Isy karima dengan MI nya. akan tetapi sepertinya saat ini pp imam bukhari menutup pendidikan setingkat SD nya yang ber asrama setelah melakukan banyak evaluasi. sedangkan MI di pondok pesantren Isy Karima bukan lah santri yang mukim di asrama. Berbeda dengan banu salamah yang tetap eksis dan memerima anak setingkat SD untuk mukim di pondok pesantren. LAYANAN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN setingkat SD adalah

  1. Sekolah Dasar
  2. Madrasah Ibtidaiyah
  3. PPS Wajar Dikdas Ula
  4. Paket A
  5. Pendidikan diniyah formal awwaliyah
  6. Muadalah tingkat Ula
  7. Ijazah pondok yang belum diakui negara

Dari angka satu sampai enam diatas, keseluruhan ijazahnya diakui oleh pemerintah dan bisa dipakai untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi ke SLTP/sederajat.

Jenjang pendidikan pondok pesantrem setingkat SMP atau sederajat.

Secara prinsip adalah hampir sama ijazah yang di akui oleh pemerintah seperti pada tingkat SD. hanya ada perbedaan nama dan istilahnya saja. pada tingkatan ini umumnya pondok pesantren mengambil salah satu dari satuan pendidikan guna memenuhi kebutuhan santri dalam ijazah. pendidikan yang ditawarkan dan diakui oleh pemerintah adalah :

  1. SLTP/SMP. contohnya SLTP Takmirul Islam di surakarta, SLTP Daarul Qur’an Surakarta di Karanganyar, SMP Nurul Islam (NURIS) Di tengaran Kabupaten Semarang.
  2. MTs. contohnya MTs al mukmin di Sukoharjo, MTs Assalaam di sukoharjo, MTs Husnayain di Jakarta, MTs Al Irsyad di Tengaran Kab. Semarang
  3. PPS wajar dikdas wustha. Merupakan pendidikan kesetaraan paket B yang dibawah naungan Kementerian Agama. contohnya PPS Wajardikdas Wustha Ibnu Abbas di Sragen, PPS Wajar dikdas Wustha darul mubtadi-ien di Kebakkramat Karanganyar
  4. Paket B. Contohnya PAKET B imam bukhari di selokaton Karanganyar.
  5. PDF Formal (Pendidikan Diniyah Formal tingkat wustha). saat ini ada beberapa pondok pesantren yang menggunakan satuan pendidikan ini, akan tetapi saya lupa nama pondoknya, semoga suatu waktu tidak lupa menanyakan kepada teman
  6. Muadalah tingkat wustha. Adalah pengakuan dari pemerintah bahwa ijazah yang dikeluarkan oleh pesantren ini diakui oleh pemerintah. contoh. Muadalah darussalam gontor, muadalah Matholi’ul Falah Pati

Jenjang pendidikan pondok pesantren tingkat takhashush.

sebenarnya ini bukanlah salah satu jenjang pada pondok pesantren. akan tetapi merupakan suatu pendidikan satu tahun bagi para murid diluar lulusan pesantren yang ingin melanjutkan tingkat pendidikan tingkat SMA/Sederajat di pondok pesantren. umumnya pondok pesantren yang memiliki pendidikan tingkat SMP dan SMA memiliki kelas takhashush

jenjang pendidikan pondok pesantren tingkat SMU/sederajat.

pada tingkatan SMU, berbagai pilihan layanan yang ada di pesantren seperti

  1. SMU. SMU Assalaam Sukoharjo
  2. Madrasah Aliyah. MA ali maksum krapyak Yogyakarta,MA, AlIrsyad Tengaran kab. Semarang, MA Nurul Islam Tengaran, MAKN Surakarta Pondok Pesantren HADIL IMAN. (bagi anda yang pengen tahu ada pondok pesantren plat merah silahkan melihat pp hadil iman 😀  dan banyak contoh yang lain
  3. PPS WAJAR DIKDAS ULYA. entah sampai kapan kemenag mewujudkan tingkat ini karena sudah banyak pondok pesantren yang menunggu dan bertanya tentang pendidikan kesetaraan khusus pondok pesantren. karena selama ini pendidikan kesetaraan wajardikdas hanya mentok di wustha.
  4. paket C. seperti paket C imam bukhari. paket c darul mubtadi-ien Karanganyar.
  5. PDF ULYA. Sama kasusnya pada yang wustha, sudah ada beberapa yang menyelenggarakan akan tetapi saya belum tahu nama nama pondok ya g menyelenggarakannya. PDF Merupakan singkatan dari pendidikan diniyah formal.
  6. muadalah tingkat ulya. contohnya muadalah di matholi’ul falah Pati, Muadalah takmirul Islam Surakarta, Muadalah Darussalam Gontor Ponorogo.

jenjang pendidikan pondok pesantren setingkat perguruan tinggi

Pada saat ini Kementerian agama sudah meluncurkan aturan yang mengatur tentang pondok pesantren setingkat perguruan tinggi. pondok pesantren ini disebut dengan ma’had aly. yang mana santri nya disebut dengan mahasantri.

begitulah layanan dan jenjang pendidikan di pondok pesantren yang mana ternyata pondok pesantren menawarkan berbagai satuan pendidikan yang bermacam macam tentunya setelah melalui pertimbangan masing masing pondok pesantren dalam melakukan pemilihan satuan pelayanan pendidikan.

Kisah santri dipaksa masuk pesantren

apa yang kita sangka tidak baik belum tentu hal itu berdampak buruk untuk kita

Cerita ini didapatkan dari salah seorang alumni pondok pesantren yang sebut saja namanya Uvika, yang dipaksa masuk ke pondok pesantren yang memiliki nama cukup tenar di Jawa Timur. Bisa dikatakan sebagai sekolah internasional, akan tetapi bukanlah pondok pesantren darus salam gontor, tepatnya Pondok Pesantren ** tetooot cencored **. Beliau menggambarkan diri sebagai seorang anak yang secara teknis tidak badung, akan tetapi pada saat di rumah sang anak ini (ketika itu berumur 11-12 tahun atau kelas 6 SD) jauh dari mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak mencuci, tidak memasak, tidak menyapu apalagi ngepel rumah.

Cerita awal mula pilihan masuk pondok atau sekolah SMP

ulfa-ngantukPada awalnya tidak terlintas sekalipun untuk melanjutkan ke pondok pesantren. Singkatnya tidak ingin mondok, dengan pertimbangan tidak pernah pisah dengan orang tua, lebih tepatnya kepada ibu karena hampir tidak pernah sehari pun berpisah dengan ibunda. Pada saat itu keinginannya adalah sekolah SMP di dekat rumah. Ibunya juga mengajar di SMP tersebut. Dan SMP itu termasuk SMP yang favorit. Akhirnya sang ayah mengatakan’” Kamu boleh tidak masuk ke pesantren asal masuk sekolah ke situ.” Mendengar itu Uvika menjadi semangat banget dan belajar banget (begitulah kalimatnya 😉  ) supaya bisa menghindari pendidikan ke pondok pesantren. Akhirnya diterimalah dia di SMP yang dituju. Akan tetapi akhirnya ayahnya mengatakan ”Silakan masuk sekolah kesitu tapi kamu biayain pendidikanmu sendiri” hahaha betapa bikin gondok tuh kalimat. Mendengar perkataan sang ayah akhirnya Uvika terdiam dan sempat marah kepada kedua orang tuanya. Akhirnya ya sudahlah mereka mendaftarkan Uvika ke pondok pesantren. Pada waktu pendaftaran Uvika menangis terus sampai sampai sang penguji menanyakan’” Kenapa menangis dik? Di pesantren itu enak dan sebagainya”. Uvika tetap menangis karena bentuk protes kepada orang tua. Pada Akhirnya diumumkan Uvika diterima menjadi santri pondok pesantren. Ada dampak lain diluar diri sendiri yaitu komentar tetangga kepada orang tuanya dan yang mengenal uvika. Hal ini terkait posisi Uvika sebagai anak guru SMP yang mana seharusnya mendapat “jatah kursi” di SMP yang bagus di wilayah itu. Akan tetapi kenapa Uvika di masukkan ke pondok pesantren? Akhirnya semua orang memandang uvika terlalu bodoh sehingga di pondokkan. Akhirnya Uvika mengatakan kepada saya

” TOLONG DI TULISKAN YA BAHWASANYA ORANG YANG MASUK PESANTREN ITU DI STIGMA KALAU DIA TIDAK DITERIMA DI NEGERI ATAU DI TERIMA DI SWASTA YANG TERKENAL DAN BAIK MAKANYA AKHIRNYA DIA DIMASUKKAN KE PESANTREN, PADAHAL ITU ENGGAK, BIAYA MASUK PESANTREN ITU JAUH LEBIH BESAR KETIMBANG BIAYA MASUK KE SEKOLAH NEGERI YANG AKU MASUK KEMAREN”

Saat Awal Masuk Pondok Pesantren

IMG_20160726_054049Selanjutnya Uvita MOS di pondok pesantren selama 1 minggu dan libur sebulan, selanjutnya masuk lagi ke pesantren. Pada waktu seminggu ini Uvika benar benar menangis banget, merasa dibuang orang tua di taruh di pondok pesantren. Karena dia anak pertama dan adiknya masih kecil belum sekolah. Padahal adiknya tidak ada wacana ke pesantren sehingga Uvika merasa diperlakukan secara tidak adil. Satu bulan pertama di pesantren Uvika selalu menangis. Akan tetapi setelah 3 bulan menjadi biasa saja bisa adaptasi dengan suasana hati dan suasana pesantren. Menurut Uvika, Anak yang masuk pesantren dan keluarganya tidak ada basic pesantren cenderung menempatkan diri sebagai korban ketidakadilan keluarga. Hal ini diketahui karena uvika juga bertanya kepada teman teman yang mengalami hal yang sama. Dan akan berpikiran sama seperti dia. Kesannya? Banyak orang ,mengatakan bahwa pesantren itu kumuh, kalau salah kamu dihukum, terus kamu akan disuruh nyuci, ngepel. Sedangkan dirumah Uvita tidak pernah namanya nyapu ngepel nyuci dan yang lain sebelum masuk pesantren. Sehingga mendengar itu Uvika menjadi tidak suka. Dalam gambaran dia, kegiatan yang positif dan baik dianggap dia sebagai suatu hal yang buruk pada saat itu. Sampai pada waktu 4 bulan uvika masih menganggap buruk suasana di pesantren. Seperti bangun jam 3 untuk sholat malam, selain itu dipaksa tidur jam setengah sepuluh. Padahal uvika terbiasa setidurnya tidak diatur atur kapan harus tidur.

Pengalaman kehidupan di Asrama pondok pesantren

Ternyata menurut Uvika di pesantren itu tidak di paksa untuk mengepel atau pekerjaan yang lain, akan tetapi. Dia masuk program khusus yang di taruh di mojokerto, merupakan program pertama sehingga belum ada gedung. Dikontrakkan sebuah rumah pemukiman penduduk. Bagi dia adalah hal yang sangat seru karena belum ada guru nya. Karena disewakan rumah maka di tempatkan pengawas para santri. Rumah yang disewa adalah rumah yang benar benar baru belum ditempati sehingga para santri mencuci sendiri, menyapu, mengepel, termasuk memberihkan taman karena kesadaran untuk kenyamanan ditempati bersama. Uvika menjadi kaget dan bilang kepada ibu nya karena pada awalnya tidak ada perjanjian ngepel nyapu dan sebagainya. Karena pada awalnya uvika tidak mau masuk pesantren karena tidak mau melakukan hal hal tersebut. Dan dijawab oleh orang tuanya. “ Enggak kok, kamu enggak melakukan hal itu, tugasmu Cuma belajar 😀 (duh kasian kena jebakan betmen). Dan nyatanya dia tetap harus nyuci ngepel dan nyapu serta membersihkan taman. Dengan berjalanan waktu Uvika merasakan kesenangan tersendiri menjalani rutinitas kegiatan bersih bersih tersebut, tentunya juga dengan kegiatan yang lain. Kesan yang dia dapat adalah menyenangkan, seru, dan banyak hal yang tidak disangka. Yaitu yang awalnya dirumah dengan 20 anak dan pengasuh 1 dan dekat hutan sehingga kadang terjadi anak kemasukan alias kerasukan. Jadi harus menangani semuanya sendiri apalagi jika mendadak pengasuh ada acara diluar.

Perasaan Setelah Lulus dari Pondok pesantren

img_20160928_133731Merasa bersyukur karena disekolahkan di pesantren karena menyadari dirinya nakal dan suka mengikuti pergaulan jaman sekarang. Dia berasumsi jika tidak di pondokkan di pesantren maka kehidupannya barangkali akan sangat berantakan. entahlah saya belum sempat bertanya kepada nya apakah sesekali dia merasa kangen dengan suasana di pondok pesantren. Selain itu memang di pesantren semuanya harus mandiri karena kalau tidak mandiri dan kurang rapi menempatkan barang barang, bisa bisa kehilangan banyak barang. Pengalaman di pesantren yang masih teringat misalnya sering tidur dikelas, pernah kehilangan sandal, pakaian, uang, dan peralatan belajar.

 Sekilas Nara sumber

Nara sumber menggambarkan bahwa pada dasarnya dia sendiri masih merasa belum layak untuk memberi masukan ataupun memberi saran kepada santri atau orang tua bahkan kepada para pengasuh pondok pesantren. Akan tetapi Uvika merasa bersyukur telah dimasukkan ke pondok pesantren. Dengan melakukan komparasi imajiner jika dia sekolah di luar pondok pesantren bisa jadi dia akan menjadi orang yang lebih tidak terkendali dibandingkan jika dia dimasukkan ke pesantren. Walaupun dengan catatan bahwa dia saat ini masih merasa banyak melakukan perbaikan dan menjauhi perbuatan yang kurang pantas, akan tetapi efek dari pondok pesantren memberikan dia rem rem dan batasan batasan yang lebih terkendali.

Disarikan dari obrolan dengan uvika akhirnya saya sedikit menuliskan hal hal seperti dibawah ini. Untuk menyingkat kata yang berputar putar akhirnya saya pilih kata kata saran sebagai berikut menyadur kalimat dari nara sumber :

Saran Buat Para santri yang merasa di Paksa Masuk Pesantren

sambil-ngerumpiKalau bisa anak anak itu paham ketika anak di pondok itu bukan berarti dia tidak dibuang. Jangan skeptif dan prasangka buruk anak yang dimasukkan pesantren adalah anak yang dibuang. Pada awalnya Uvika berpikiran bahwa orang tuanya membuang dia pada waktu itu. Dan pada akhirnya Uvika menyadari bahwa ibunya sakit perut gara gara kangen kepada anaknya. Keputusan orang tua untuk memondokkan anaknya itu bukan keputusan yang gampang diambil. Itu karena kewajiban meluruskan amanah dari sang pencipta agar anaknya supaya setidaknya anak di usia usia tertentu di pondokkan. Hal ini untuk diketahui karena banyaknya santri yang merasa dibuang oleh orang tuanya. Sehingga perlu adanya edukasi bahwa orang tuanya sangat berat meninggalkan anaknya di pesantren. Ada yang sampai sakit, Hal ini diketahui oleh uvika setelah lulus dari pesantren bahwasanya ibunya awal awal masuk pesantren tiap malam tidak bisa tidur dan menangis terus serta hanya makan tahu tempe, padahal ibunya suka makanan daging ataupun telur. Akan tetapi tetap memaksa untuk makan tahu tempe karena tau ibunya tau anaknya hanya makan tahu tempe. Sedangkan makan berdaging pada hari tertentu yaitu jumat sabtu dan minggu. Sehingga ibunya berusaha menyamakan situasi dengan anaknya.

Selanjutnya masuk ke pondok pesantren tidaklah memakan biaya yang sedikit. Dan menurut Uvika memakan biaya yang sangat banyak (pada tahun 2008 SPP nya adalah Rp. 850.000,-) . Uvika menambahkan bahwa dibuang itu tidak pada tempat yang berbiaya besar. Akan tetapi dibuang adalah ditempatkan dilokasi yang tidak memerlukan biaya. Menurut dia seperti itu. Kesimpulannya adalah karena ke pondok pesantren memerlukan biaya besar maka anak tersebut tidaklah dibuang. Akan tetapi untuk dididik dengan benar.

Saran untuk orang tua dan pengasuh pondok pesantren

mafaza1Menurut dia, anak itu harus dipaksa karena menjadi baik itu harus dipaksa. Kalau anak yang badung dimasukkan ke pesantren? Bagi dia ya harus, Kemungkinan orang tuanya sudah bingung mau bagaimana lagi karena badungnya sang anak sehingga bagaimana lagi caranya menghadapi si anak.

Saran Uvika kepada orang tua yang memiliki anak “kreatif” adalah sebaiknya orang tuanya komunikasi secara baik dengan pengasuh pondok pesantren terutama wali kelas, pembina asrama dan pembimbing kamar. Supaya guru dan pihak pesantren mengetahui dan bisa mengambil langkah bagaimana cara treat si anak atau tindakan yang paling pas terhadap anak. Menurut Uvika, Anak pesantren yang dimasukkan ke pondok pesantren semakin nakal karena orang tua nya tidak memberitahukan kepada guru atau tidak ada komunikasi wali santri dengan pengasuh bahwasanya si anak pernah mengalami atau nakal seperti ini dan itu. Dan mengatakan tolong di bimbing dan yang lainnya. Sehingga pengasuh pondok pesantren menyamaratakan sang anak dengan anak lain yang badung nya normal. Menurut Uvita hal itu tidak bisa Karena semuanya tidak bisa disamakan. Satu anak bisa berbeda penanganannya.

Selain itu adanya perkumpulan orang tua dengan ustad pesantren untuk melihat, mencari dan melakukan penyelesaian masalah dan hambatan anak anak serta pesantren dalam kegiatan KBM dan kepesantrenan. Serta mengetahui program program pesantren. Dia mencontohkan, basic uvika yang sekolah dasar, jarang mengaji, tidak pernah jauh dari orang tua, tidak bisa makan hanya dengan tahu tempe, disitu bisa jadi dia memberontak jika tidak ada treatmen khusus. Harusnya dikasih pengertian sehingga pembentukan organisasi orang tua penting guna orang tua menyampaikan kondisi anak kepada pengasuh.

Diperlukan seseorang yang melakukan identifikasi masalah anak guna menemukan akar permasalahan kenapa sampai ada santri yang sering melakukan pelanggaran, bisa jadi karena kurang perhatian, sehingga penanganannya dilakukan dengan trearment yang cocok bagi anak yang butuh diperhatikan. Misalnya anak sering pulang malam, perlu di identifikasi apakah anak itu sering pulang malam karena kurang kasih sayang atau salah dalam pemilihan teman.

Semoga ada hikmah baik dipetik dari kisah diatas.

baca :

[whatsapp]

Penyakit prurigo di pondok pesantren

Kalau kita melihat di suatu pondok pesantren, kadang kadang akan didapati anak yang tangannya bernanah atau gatal gatal di badannya. Setelah melihat suatu tulisan tentang kesehatan ternyata disebut dengan prurigo. Sampai saat ini belum ditemukan penyebab dari sakit ini. Kenapa bisa terjangkiti. Ada kecurigaan disebabkan karena faktor genetik ataupun karena keturunan, dan yang paling sering adalah karena alergi. Selain itu prurigo bukan termasuk penyakit menular. Bagaimana mereka yang terkena prurigo? Mereka akan mendapatkan peradangan di kulit disebabkan rasa gatal yang kuat. Hal ini mengakibatkan bekas kehitaman yang sulit hilang. Yang diistilahkan dengan hyperpigmentasi setelah peradangan atau diistilahkan dengan inflamasi. Hal ini lumrah terjadi pada anak anak. Hal yang sering disebut berkaitan dengan kondisi sakit prurigo yaitu sebab alergi, digigit serangga atau nyamuk, perubahan cuaca, bahkan stress pun di anggap bisa membuat prurigo makin parah.

Saran untuk mengurangi prurigo

  • Dijaga kulit dalam kondisi bersih, baik dengan penggunaan sabun yang ringan ringan lah.
  • Selepas mandi untuk menggunakan pelembab, dan juga sebelum bobo. Bisa dengan body butter atau lotion. Disarankan menggunakan bahan alami yang tidak menggunakan hypallergenic (pewangi)
  • Tidak menggaruk bagian yang bengkak atau ruam, disarankan kondisi kuku sebaiknya pendek dan bersih. Dengan kondisi kuku yang bersih dan pendek akan meminimalisir pemicu luka dan infeksi bakteri.
  • Menghindari gigitan nyamuk untuk mengurangi gatal dan mengurangi penularan, baik dengan cara pakai selambu, obat nyamuk berupa gelang atau apalah, memakai pakaian panjang.
  • Disarankan untuk mandi menggunakan air dingin karena air hangat memicu kulit menjadi kering sehingga dengan kulit kering memicu gatal menjadi semakin parah.
  • Jika terjadi gatal untuk tidak di garuk. Disarankan jika merasakan gatal maka disarankan dioleskan dengan lotion, mungkin lotion calamin bisa dipakai untuk mengurangi rasa gatal.
  • Menyembuhkan prurigo

Salah satu obat prurigo adalah kortikosteroid. Kartikosteroid dalah obat anti-inflamasi yang digunakan mengobati beberapa kondisi medis. Berguna mengurangi gejala pembengkakan, gatal, kemerahan maupun alergi. Alternatif yang lain adalah krim capsaicin, antihistamin, anestesi yang diolesi pada kulit, , terapi dengan sinar UV. Untuk mengurangi bekas luka bisa menggunakan Krim dengan kandungan hidroquinon di dalamnya.

 

Penyakit kulit di pondok pesantren

Sebagai lembaga yang banyak menampung banyak santri di lembaga, banyak suka dan duka yang dialami oleh pengasuh pondok pesantren, dalam hal ini sakit secara fisik yang di alami oleh santri juga kadangkala sering menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para pengelola ponpes. Hal hal yang umum dialami santri dalam hal ini adalah sakit, ada yang berupa penyakit menular dan sakit yang tidak menular. Salah satu yang serinng di dengar adalah penyakit gatal di pesantren. Penyakit gatal anak pesantren ini sangat sering di jumpai di pondok pesantren. Kenapa penyakit gatal di pondok pesantren relatif susah dihilangkan? Ternyata ada beberapa sebabnya, itulah salah satu contoh hal yang kurang mengenakkan terjadi di pesantren. Baiklah, secara umum akan digambarkan beberapa penyakit yang sering menimpa di pondok pesantren. Disini yang dimaksudkan penyakit yang sering terjadi di lingkungan pondok pesantren adalah penyakit yang umum terjadi di pesantren dan bukan penyakit yang ada di lingkungan rumah, misalnya tidak dibahas anak yang flu di pesantren karena di rumah orang tertimpa flu atau demam merupakan hal yang lumrah juga. umumnya menderita skabies, prurigo maupun cacar air, silakan disimak dibawah.

Lanjutkan membaca “Penyakit kulit di pondok pesantren”