Jenjang Tingkat level pada TPQ atau TPA

pedoman kurikulum TPQBagi para pengasuh Taman Pendidikan Al Qur’an yang menginginkan serta memadai dari segi sarana dan prasarana untuk membuat klasifikasi tingkatan Taman Pendidikan Al Qur’an, dalam buku pedoman kurikulum TKQ dan TPQ terbitan kementerian Agama dari Jakarta bisa untuk dijadikan panduan. Secara jenjang pendidikan Al Qur’an, diatur dalam level tertentu. Pengaturan tingkat Pendidikan Al Qur’an ini berdasarkan umur anak didik pada lembaga. Level pendidikan Al Qur’an dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu :

  1. Tingkat Taman Kanak kanak Al Qur’an (TKQ)
  2. Tingkat Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ)
  3. Tingkat Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA)

Jenjang Taman Kanak Kanak Al Qur’an

zahra nada 2Peruntukan jenjang ini adalah bagi anak anak yang berumur 4-7 tahun. Pada jenjang ini terdiri dari LEVEL A dan LEVEL B. Selanjutnya setiap level ditempuh dengan dua semester (satu tahun). Pada setiap jenjang santri dapat mengikuti munaqosyah akhir serta wisuda. Selanjutnya meneruskan pada jenjang yang lebih tinggi setelah menempuh program pembelajaran yang telah ditentukan. Materi dan Program Ketuntasan Belajar Santri di TK Al Qur’an paket A dan paket B adalah 2 tahun atau 4 semester.

Jenjang Taman Pendidikan Al Qur’an

soultan cirebonpada tingkat ini diperuntukkan kepada santri umur 7-12 tahun. Tingkatan Jenjang Taman Pendidikan Alquran terdiri dari tiga level yaitu

  • LEVEL A
  • LEVEL B
  • LEVEL C

pada setiap level ditempuh dalam dua semsester (satu tahun).  pada setiap jenjang santri dapat mengikuti munaqosyah akhir dan diwisuda. Kemudian melanjutkan ke jenjang selanjutnya setelah menempuh program pembelajaran yang sudah ditentukan. Materi pada Program Ketuntasan Belajar Santri pada jenjang ini adalah 6 semester/3 tahun untuk menyelesaikan level A, B, maupun C.

Jenjang Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Kn Nutrisia Nuim H 20150621_171513Setelah menyelesaikan pendidikan Alquran pada tingkat TPQ, untuk melanjutkan serta mencegah berhentinya anak dalam belajar serta rasa gengsi dan malu untuk belajar bersama dengan anak anak SD ataupun TK maka di bentuk jenjang Ta’limul Qur’an Lil Aulad. pada jenjang ini dibagi menjadi dua level yaitu level A dan B. sedangkan desain peruntukan umur untuk lembaga lanjutan dari TPQ ini adalah bagi mereka yang sudah lulus SD atau umur antara 12-14 Tahun. sama seperti diatas yang menyebutkan bahwa setiap level ditempuh dengan 2 semster atau 1 tahun.

baca :

skema-jenjang-pendidikan-tpq

Hambatan penyelenggaraan TPQ

setelah mengetahui tentang jenjang dan tingkatan serta level pendidikan Alquran yang di desain oleh Kementerian Agama, persoalan klasik yang di hadapi oleh kebanyakan penyelenggara pendidikan Islam dalam hal ini TKQ, TPQ, maupun TQA adalah :

  1. Kurang dana dalam operasional. pada TPQ yang berada di pedesaan maupun TPQ yang berada di perkotaan yang kondisinya belum maju, kendala pendanaan sangat terasa, walaupun kadangkala TPQ tersebut berada di kompleks masjid dan takmir masjid masih memiliki dana yang lumayan, akan tetapi entah kenapa sering terjadi pendanaan untuk lembaga TPQ masih tetap terabaikan. Selanjutnya dana stimulan terhadap lembaga TPQ dari pemerintah juga sangat terbatas, misalnya Bantuan Operasional TPQ di tiap tiap Kabupaten hanya berkisar 15-30 lembaga. padahal lembaga TPQ se-Kabupaten mencapai ribuan.
  2. Kurangnya Jumlah pengajar. Imbas dari kesejahteraan ustadz yang kurang diperhatikan menjadikan pendidik pada TPQ umumnya hanya mengandalkan keikhlasan dari pengajar sehingga jangan terlalu menuntut banyak jikalau pengajar melakukan KBM seikhlasnya. 😀  jadi sangat sulit mengaplikasikan penjenjangan seperti desain Kementerian Agama diatas yang di bagi menjadi tiga jenjang dan masing masing jenjang terdapat dua atau tiga level. Dengan asumsi tiap level diampu oleh seorang guru (sudah di buat seminimal mungkin nih) maka bagi TPQ yang melakukan penjenjangan dengan tertib maka memerlukan minimal 7 orang pengajar.
  3. Kebijakan Menteri Pendidikan memberlakukan 5 hari sekolah. Dengan kebijakan dari Menteri pendidikan yang kabarnya berasal dari Muhammadiyah atau minimal dekat dengan ormas Islam ini berakibat dengan anak didik menjadi pulang lebih lama. Akibatnya Lembaga pendidikan Islam kehabisan waktu untuk mendapatkan ruang melaksanakan kegiatan pembentengan tunas bangsa sejak dini. bisa jadi banyak TPQ akan kukut (gulung tikar) karena kebijakan ini. Hanya sedikit dari TPQ yang bertahan karena alokasi waktu ba’da magrib. Akan tetapi hanya berapa gelintir?
  4. Les Sekolah/Privat. Dengan kesadaran orang tua terhadap prestasi anak pada saat ini les mata pelajaran bisa dikatakan laris, kadang sampai berharga ratusan ribu biaya sebulan dikeluarkan. Itupun banyak yang membeli nya. dampak negatif terhadap Lembaga Pendidikan Islam yang bersifat balance Duniawi Ukhrawi menjadi ditinggalkan karena lebih memberatkan kepada les mata pelajaran. Walaupun bagi mereka yang masih agak islami menyempatkan mengundang guru ngaji bagi anaknya ke rumah. akan tetapi suasana TPQ tidak akan didapat dalam privat mengaji.

Begitulah sekelumit tentang desain jenjang pendidikan Al Qur’an yang dirancang oleh Kementerian Agama. Secara rancangan dan desain menurut saya sudah runut dan baik. Akan tetapi melihat kondisi di lapangan, sampai saat ini saya belum pernah menemukan TPQ yang memberlakukan jenjang seperti ini, yang ada adalah klasikal berdasarkan kebijakan guru atau berdasarkan tingkat iqro atau berdasarkan tingkatan anak tersebut sekolah (misalnya kelas 1 sd, atau kelas 3 sd).

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

1 thought on “Jenjang Tingkat level pada TPQ atau TPA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s