Jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah

buku-pedoman-madin
buku pedoman madrasah diniyah takmiliyah

Selain lembaga pondok pesantren dan taman pendidikan al Qur’an, salah satu lembaga non formal keagamaan Islam adalah Madrasah Diniyah Takmiliyah yang sering disebut dengan Madin. Seiring dengan perubahan aturan, akhir akhir ini kementerian agama atau Kemenag yang dahulu bernama Departemen Agama ( Depag) lebih memilih menamakan Diniyah takmiliyah. berita yang beredar adalah dengan menyandang nama madrasah dikhawatirkan nanti nya akan menuntut hak kepada Pemerintah seperti Madrasah Ibitidaiyyah atau Tsanawiyah ataupun Madrasah Aliyah. Dengan menghilangkan kata Madrasah maka meminimalisir dari tuntutan persamaan hak.

Kembali lagi ke jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu :

  1. Awwaliyah,
  2. Wustha
  3. Ulya.

penjelasan singkat dan peruntukan tingkatan pada madrasah diniyah takmiliyah adalah sebagai berikut :

  • Madrasah diniyah Awwaliyah (MDTA) diperuntukkan bagi anak-anak berumur sekolah dasar dengan asumsi umur 9-12 tahun.
  • Sedangkan untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) merupakan wadah bagi para siswa setingkat SLTP atau MTs dengan kisaran umur 12-15 tahun. dan
  • untuk madrasah diniyah takmiliyah Ulya atau MDTU bagi mereka yang duduk di tingkat SMA atau MA. 

Kenapa pembagian seperti itu? Karena secara prinsip Program Madrasah diniyah Takmiliyah di tujukan sebagai suplemen pendidikan keagamaan Islam di kalangan anak-anak sekolah untuk memperdalam pendidikan agama yang didapatkan di lingkungan sekolah sehingga bisa meningkatkan prestasi akademis di bidang pendidikan agama. Selain tentu pada dataran praktek dan perilaku menjadi pertimbangan dalam sasarannya.

Berapa tahun jengang pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah?

Dalam buku pedoman pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah, jenjang pendidikan MDT seperti tertulis diatas terbagi menjadi tiga tingkatan. Sedangkan secara ukuran lama pendidikan diperinci seperti dibawah ini :

  1. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah menempuh pendidikan selama  4 Tahun
  2. Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha menempuh pendidikan selama 2 tahun
  3. Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya menempuh pendidikan selama 2 tahun

dengan begitu bagi seorang santri yang runut dan tertib mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah akan bisa mendapatkan ijazah MDT Ulya setelah menempuh pendidikan selama 8 tahun. yang menjadi pertanyaan saya, jika pendidikan untuk tingkat wustha dan Ulya adalah selama 2 tahun pada masing masing tingkatan, maka akan terjadi lowong waktu dimasa santri lulus pendidikan wustha karena secara sasaran MDT ditujukan sebagai suplemen pendidikan keagamaan Islam di lingkungan sekolah. Jika anak tersebut melanjutkan ke jenjang ulya maka secara teknis kurikulum pendidikan diniyah takmiliyah akan mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan pelajaran keagaamaan di SMA atau Madrasah Aliyah. Padahal siswa tersebut masih berada di kelas 3 SMP atau MTs. Mungkin para pengambil kebijakan diatas menimbang dengan adanya ujian kelas 3 dan ujian nasional sehingga pada jenjang Wustha dan Ulya hanya berdurasi 2 tahun sehingga pada tahun ke-3 santri dapat konsentrasi untuk menghadapi Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir.

baca : KURIKULUM, KOMPETENSI LULUSAN, PROSES PEMBELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

baca : PENGERTIAN, KEDUDUKAN, TUJUAN DAN FUNGSI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

1 thought on “Jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s