Usaha sampingan bagi ustadz pengasuh pondok pesantren

IMG_20161202_115044
tumpukan uang

Pada saat ini dengan biaya hidup yang dikatakan tidak murah, maka bagi pengasuh pondok pesantren ataupun ustadz yang mengajar di lembaga pendidikan asrama jika gaji atau mukafaah atau bisyarah nya masih dibawah UMR maka selayaknya melirik usaha lain guna kesejahteraan dan masa depan anak-anak mereka. Karena pada saat ini ternyata walaupun pendidikan digratiskan dengan adanya BOS (Bantuan Operasional Pesantren), akan tetapi biaya operasional seperti transportasi, sangu atau uang saku ternyata juga sedikit banyak ikut memberi porsi agak besar dalam pengeluaran. Beberapa ustadz atau pengasuh yang saya kenal memiliki usaha lain disamping mengajar di pondok pesantren atau boarding School. Diantara yang dilakukan adalah :

  1. Menulis buku atau mengarang buku. Dengan latar belakang pendidikan yang mumpuni bidang agama maka ada beberapa ustadz atau kyai yang menuangkan pemikirannya didalam buku dan buku itu nantinya dijual kepada masyarakat. Jika karangan ini banyak yang membeli maka akan ada yang namanya royalti dari penjualan ataupun jual lepas kepada penerbit.
  2. Jual beli/makelar kendaraan. Dengan banyaknya kenalan dan kebutuhan masyarakat akan kendaraan baik mobil atau bermotor saya juga mengenal ada ustadz yang berprofesi sampingan sebagai jual beli kendaraan.
  3. Jual buku/toko buku. Dengan menjual buku maka akan lebih praktis bagi para ustadz karena bisa membaca buku gratis dan banyak judul dengan koleksi yang dijual. Selain itu juga bisa menambah wawasan keilmuan dan mengasah bisnis ke tingkat selanjutnya.
  4. Menjadi agen/biro umroh. Salah ustadz di pondok pesantren wilayah kabupaten Semarang, selain juga sebagai dewan asatidz, beliau juga melakukan usaha sebagai agen dari biro perjalanan umroh dan haji. Dengan banyaknya kenalan dari wali santri dan kalangan pesantren sehingga sasaran biro umroh tersebut sangat tepat dan bisa prospek kedepannya, walaupun persaingan biro saat ini sangat ketat.
  5. Menjadi mubaligh. Nah ini yang biasa nya banyak menjadi kegiatan para ustadz, dengan banyak menerima undangan sebagai pembicara maupun dalam acara walimahan. Bagi para mubaligh yang telah mengantongi jam terbang tinggi dan terkenal, biasanya sudah lebih dari cukup untuk menjadi penopang kehidupan, apakah itu komersil? Ya bagaimana cara pandangnya saja, karena bagi saya ada baiknya juga memberi penghargaan kepada para kyai ustadz yang memberikan ceramah karena jika tidak dari itu, darimana lagi dapatnya income karena Saban hari berkecimpung dalam dunia dakwah sehingga mengabaikan usaha secara materi. Jangan bandingkan dai kondang seperti Aa Gym, Mamah Dedeh, atau alm Uje atau juga ustad Solmed. Untuk mubaligh kampung saat ini kemungkinan diberikan bisyarah kisaran ratusan ribu. Ayah saya pernah mengundang da’i level kabupaten, sepertinya bisyarah yang disampaikan sekitar 250.000,-.
  6. Buka toko kelontong. Bagi ustad yang hidup diluar pondok dan sudah berkeluarga, belajar bisnis toko kelontong bisa dilakukan selama ada istri yang menjaga dan yang namanya bisnis mesti banyak kisah suka duka serta kadang dibutuhkan kegigihan. Penyakit toko kelontong di desa adalah di utang oleh tetangga. Kalau rumahnya di dekat pondok pesantren bisa membuka warung makan untuk para santri.
  7. Gurah dan ruqyah. Di pondok pesantren dalam hal gurah dan ruqyah bukan lah hal yang asing lagi. Berbekal dengan keilmuan yang mumpuni bisa saja membuka usaha gurah dan ruqyah di rumah sehingga dengan waktu yang fleksibel dan bisa diatur memungkinkan usaha ini.
  8. Suplier bahan makanan. Dengan menjadi ustadz di pondok pesantren maka akan kenal banyak ustadz dari pondok lain. Dengan banyaknya santri yang makan tiap hari bisa jadi menjadi vendor bagi pondok pesantren akan bisa menjadi penopang ekonomi. Misalnya suply beras atau ikan lele bisa juga daging ayam bahkan buah buahan. Coba silakan dikalikan berapa kebutuhan setiap bulan bagi pondok yang punya santri ratusan, daripada dikelola atau di suplai oleh kalangan luar pondok maka alangkah baiknya jika bisa di kelola oleh ustadz dalam. Akan tetapi metode ini kadang rawan iri di kalangan antar ustadz juga terjadi kesenjangan pendapatan.
  9. IMG-20141130-WA0007
    pemilik pesantren, penulis buku sekaligus mubaligh di salah satu pesantren kabupaten salatiga.

    Les mengaji. Pada saat ini banyak sekali para orang tua yang merasa perlu anaknya baik dalam mengaji karena dirasakan masih kurang nya pendidikan mengaji di sekolahan, bahkan banyak juga orang tua atau pensiunan yang mengalami kesadaran pentingnya mengaji sehingga kalau mengaji dengan kalangan umum akan merasa malu. Dengan begitu merasa lebih nyaman untuk mengundang seorang ustadz untuk mengajari ngaji dan tentunya diberikan kompensasi waktu alias bisyarah bagi ustadz yang mengajari.

  10. Bisnis. Ya, bisnis. Salah satu pengajar ponpes di daerah saya termasuk orang yang lincah dalam menemukan kesempatan, dimana beliau menjadi suplier jahe merah atau jahe gajah atau apalah, dimana tanah kosong di pondok pesantren di kerjakan oleh lingkungan sekitar dan dengan perjanjian hasil yang jelas kemudian ditanami jahe yang telah dipastikan akan diterima oleh pengepul dengan harga yang dikatakan baik dibandingkan dengan yang lain. Selain itu juga bisa diaplikasikan ke bisnis yang lain.
  11. Menjahit dan dijual. Salah satu istri kyai di daerah Karanganyar adalah seorang yang bisa menjahit pakaian anak anak. Selanjutnya istri beliau yang juga seorang Hafidzah menjualnya kepada tetangga sekitar. Dan laku. Selain itu juga membuat keset dan celana kolor yang dikirimkan ke Kalimantan.
  12. Bekam. Dalam hadis ada yang menyebutkan bekam. saat ini banyak praktek bekam yang memberikan pelayanan kesehatan. dan diantaranya saya rasa ada beberapa atau mungkin banyak ustadz yang menekuni usaha bekam sebagai penopang ekonomi supaya bisa menjaga keselarasan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.

Mungkin beberapa profesi sampingan dari beberapa ustadz yang pernah saya ketahui baik kenalan maupun dari cerita teman. Sangat dimungkinkan masih banyak profesi yang dilakukan oleh para ustadz guna menambah income bagi pengasuh pondok.

baca : Berapa gaji ustadz di pondok pesantren ?

baca : Perbedaan orang kaya dengan orang miskin menurut salah seorang Kyai

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

1 thought on “Usaha sampingan bagi ustadz pengasuh pondok pesantren”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s