Kisah Jam tangan, pengadilan, hakim dan orang tidak pintar

jam-tangan-g-shock
source : pixabay jam tangan g shock

Pada jaman sekitar tahun 1998 tersebutlah seorang guru bahasa Inggris lulusan Australia yang mengajar di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Surakarta. setelah menerangkan tentang grammar dan praktek conversation sang guru yang eksentrik tersebut mengisahkan suatu cerita dimana seorang yang mengalami kurang kecerdasan di tuduh mencuri sebuah jam tangan.

Singkat cerita sang tertuduh di dudukkan di kursi terdakwa dan di tanya oleh jaksa serta di periksa dengan seksama. setelah melalui pertanyaan dan pemeriksaan yang lumayan melelahkan akhirnya tiba saat dimana hakim mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan oleh jaksa sang hakim akhirnya memutuskan bahwa terdakwa di bebaskan dari segala tuduhan tentang pencurian jam tangan dimaksud. Selanjutnya diketoklah palu untuk menshahkan keputusan hakim.

baca : Humor Santri Potong rambut pendek rapi

baca : Bupati Entus dan suceng dalam rangka penutupan MQK di Slawi Tegal

baca : Kalau aku lebih cantik ……

Setelah di ketok palu dan para jaksa dan hakim mulai berdiri beranjak meninggalkan tempat duduk masing – masing, orang yang dituduh maju ke meja hakim dan bertanya kepada sang hakim.” Pak Hakim, setelah putusan anda tadi, sekarang jam ini sah menjadi milik saya?” seraya memperlihatkan jam tangan yang dilaporkan dicuri. 😀

in memoriam ustadz Mahmud, MS

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

2 thoughts on “Kisah Jam tangan, pengadilan, hakim dan orang tidak pintar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s