Alasan Menyekolahkan Anak ke Pondok Pesantren

tertawa-mendengar-cerita-enthus-susmono
santri pesantren mengikuti lomba

Pada saat ini di tengah era informasi dan teknologi deras serta konten konten video positif dan negatif membanjiri handphone netbook laptop serta komputer melalui internet. dengan kesadaran masyarakat yang meningkat dalam kesadaran agama serta kekhawatiran orang tua terhadap pengaruh negatif tidak baik dari lingkungan serta internet maka pondok pesantren menjadi alternatif bagi sebagian orang dan bahkan tujuan utama bagi sebagian kalangan.

Dalam pertimbangan melanjutkan pendidikan anak ke pondok pesantren, ada beberapa alasan atau kombinasi dari pertimbangan dibawah ini.

  1. Tradisi. yaitu tradisi keluarga untuk melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren
  2. Sibuk rutinitas pekerjaan. Dengan kesibukan pada usia produktif menjadikan orang tua mempunyai waktu yang sangat sedikit untuk melakukan pengawasan terhadap anak sehingga dipandang lebih baik jika anak melanjutkan ke pondok pesantren.
  3. Kekhawatiran pengaruh buruk dari luar. Dengan berita dan informasi tentang kenakalan pelajar menjadikan orang tua khawatir dan takut anak terpengaruh dengan kelakuan minor dari para pelajar yang badung kurang ajar.
  4. Sang anak nakal. Dengan harapan anak menjadi lebih baik akhlaknya ketika belajar di pesantren (ada baiknya model seperti ini di pondokkan di tempat spesialis pendidikan anak berkebutuhan khusus bidang akhlak)
  5. Kesadaran agama yang lebih baik. Ada orang tua yang memiliki dasar atau basic keagamaan yang sangat awam sehingga dengan menyekolahkan anak ke pesantren diharapkan keilmuan keagamaan bisa di dapatkan lewat sang anak.
  6. Hafal al Qur’an. Pada pondok pesantren khusus Tahfidz Al Qur’an menjadikan harapan anak bisa menjadi hafidz yang soleh solihah serta handal
  7. Pemahaman agama yang baik bagi anak diharapkan nanti menjadi panutan dalam masyarakat. Ataupun penerus perjuangan dalam menegakkan agama di lingkungan masing masing.
  8. Melihat anak lulusan pesantren yang soleh dan tawadhu. Hal ini bisa terjadi ketika ada anak tetangga atau rekan yang mempunyai perilaku baik berbudi luhur sehingga ingin anaknya seperti itu (walau ada juga lulusan pesantren yang hasilnya di luar harapan)
  9. Pengaruh dari orang lain. Adanya saran dari teman atau keluarga atau saudara untuk menyekolahkan anak ke pesantren.

baca juga

Romadhon di Pondok Pesantren Assalaam

Beasiswa bagi santri pondok pesantren di Perguruan tinggi Favorit

Persiapan menyekolahkan anak ke Pondok Pesantren

ammar-mengaji
anak santri belajar mengaji

Dengan banyaknya pilihan pondok pesantren saat ini, Mulai dari biaya yang irit sampai dengan bagi kalangan yang berduit fasilitas lengkap sudah ada. Tinggal menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Selain itu juga dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, non Mazhab, Salafy, dan berbagai type pesantren sudah banyak untuk dijadikan pilihan dalam melanjutkan study. dari jenjang pendidikan di mulai dari Ula, Wustha, SD, SMP, SMA juga ma’had Aly pesantren sudah menyediakan. Masa depan lulusan pesantren pada bidang pekerjaan juga sama seperti lulusan sekolah pada umumnya, dengan ijazah yang berkekuatan sama sehingga secara teknis mendapatkan pekerjaan sama dan tergantung individu masing-masing. contoh pekerjaan lulusan pesantren bisa dibaca di link bawah ini. Profesi lulusan pesantren.

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

2 thoughts on “Alasan Menyekolahkan Anak ke Pondok Pesantren”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s