Metode Bandongan pada Pondok Pesantren

bandongan pondok pesantren
bandongan pondok pesantren

Salah satu metode mengajar dalam pondok pesantren adalah bandongan atau juga disebut dengan wetonan. disebut pula dengan sistem kolektif (collectival Learning atau together learning), sedangkan kelompok belajar atau istilah sekarang rombel (rombongan belajar)  disebut dengan halaqah.

 Pengertian bandongan secara bahasa berasal dari ngabandungan yang artinya menyimak, (memperhatikan) secara seksama.

Sedangkan secara istilah adalah transfer keilmuan di pondok pesantren salaf dengan cara pengajar membacakan kitab, menerjemahkan dan menerangkan sedangkan para santri menyimak, memahami, dan mencatat apa yang diajarkan.

Kekurangan dan Kelebihan sistem Bandongan

KEKURANGAN

Lamban karena materi sering di ulang-ulang

  1. Kreativitas santri sulit muncul karena pengajaran bersifat monolog
    murid cenderung cepat bosan karena metodenya kurang interaktif
  2. Kurang efektif bagi murid pintar karena pengulangan materi yang sering menjadikan terhalang kemajuan murid
  3. Kesulitan memenuhi kebutuhan individu murid karena kemampuan menangkap pelajaran berbeda-beda. Apalagi jika murid berjumlah sangat banyak.
  4. Kalo dalam bahasa inggris ada reading dan speaking, biasanya sistem bandongan kurang dalam hal speaking

KELEBIHAN

  1. Praktis dan cepat karena bisa mengajar banyak santri sekaligus
  2. Lebih efektif bagi murid yang telah mengikuti metode sorogan secara intensif
  3. Pemahaman yang baik karena materi sering diulang
  4. Sangat efisien dalam mengajarkan ketelitian memahami kalimat yang sulit dipelajari
  5. Meminimalisir pemahaman yang melenceng dari yang di ajarkan.
  6. Umumnya santri yang baik dalam bandongan bisa memahami isi suatu kitab karena kelebihan nahwu dan sharaf

SISTEM EVALUASI

Aspek pengetahuan/kognitif

  1. Bertanya tentang arti dari kata
  2. Bertanya dari maksud suatu kalimat
  3. Meminta murid untuk membaca, mengartikan dilanjutkan dengan menerangkan suatu bacaan (bisa kombinasi bisa salah satu)

Aspek sikap/afektif dengan cara memperhatikan akhlak sehari hari kesesuaian antara pelajaran dengan sikap.

Aspek ketrampilan/skill dengan cara menilai ketrampilan siswa dalam memahami dan mengejawantahkan pelajaran yang ada terutama yang bersifat teori dan praktek, misalnya pelajaran fiqh.

Diambil dari berbagai sumber beserta perubahan dan penambahan seperlunya.

Saran dan masukan serta evaluasi tulisan ini sangat diperlukan untuk perbaikan.

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

1 thought on “Metode Bandongan pada Pondok Pesantren”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s