PETUNJUK RINGKAS PPS WAJAR DIKDAS

Setelah mendapatkan piagam PPS Wajar dikdas, administrasi pokok yang harus diperhatikan dan dimiliki oleh Pondok Penyelenggara Wajar Dikdas adalah :

  1. Buku induk santri wajar dikdas
  2. SK guru/Tutor (sebaiknya dibuat setiap tahun, bisa awal tahun maupun awal tahun ajaran baru)
  3. Daftar hadir (absensi) tutor dan santri
  4. Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar.
  5. Administrasi Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS), Ujian Ahir Pendidikan Kesetaraan (UPK), Ujian Akhir Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
  6. Administrasi dan SPJ BOS sesuai dengan Juknis
  7. Administrasi pendukung kelengkapan santri (KK, Akta Kelahiran, Raport, Data Santri, dll)

Hal diatas harus dimiliki dan terarsip dengan baik oleh penyelenggara wajar dikdas.

KURIKULUM

kurikulum atau program pengajaran yang dipergunakan adalah kurikulum khas yang telah berlaku di Pondok Pesantren yang bersangkutan, ditambah dengan mata pelajaran

  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Ilmu Pengetahuan Alam

Sebagai satu kesatuan kurikulum yang menjadi program pendidikan Pondok Pesantren.

belajar santri 2Mata pelajaran umum yang lain yang menjadi syarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Inggris atau Bahasa Asing), penyampaiannya dilakukan melalui penyediaan buku-buku dan perpustakaan dan sumber belajar lainnya atau melalui bimbingan dan penugasan.

Pembelajaran melalui perpustakaan adalah model pembelajaran mandiri melalui buku-buku paket ataubuku modul yang digunakan dalam program wajib belajar Paket A dan B, SLTP Terbuka, MTs Terbuka, atau buku yang dipakai pada sekolah formal (SD/MI, SLTP/MTs).

Bimbingan dan penugasan dikoordinasikan langsung oleh penanggung jawab program dan dapat digunakan model tutorial yang dalam pelaksanaannya melibatkan ustadz/lurah pondok/santri senior.

Bahan-bahan pembelajaran yang digunakan, pada dasarnya sama dengan yang digunakan pada SD/MI untukjenjang Salafiyah ‘Ula (dasar), dan sama yang digunakan pada SLTP/MTs untuk jenjang Salafiyah. Wustho (lanjutan).

Buku acuan pembelajaranyaitu buku-buku pelajaran yang telah ada yang biasa digunakan oleh SD/MI/Paket-A dan SLTP/MTs/Paket B.

yayah faKetenagaan/Guru/Tutor

Tenaga yang diperlukan, terdiri dan penanggungjawab program, tenaga pengajar/guru mata pelajaran umum dan guru pembimbing perpustakaan.

Tenaga pengajar yang dibutuhkan ialah :

  1. Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  2. Guru Mata Pelajaran Matematika
  3. Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Guru pembimbing mata pelajaran lain, dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran umum tersebut, atau guru/ustadz pondok pesantren, dan apabila memungkinkan dapat ditambah dengan guru-guru dan sekolah formal.
  5. Tenaga pengajar yang dilibatkan dalam program mi diutamakan tenaga pengajar yang tersedia di lingkungan Pondok Pesantren penyelenggara, sepanjang mereka memiliki kemampuan akademik dan berkesanggupan mengajar.

Jika tidak ada guru yang mampu, maka pengurus pondok pesantren dapat mengupayakan kerjasama dan menjalin kemitraan dengan pimpinan sekolah/madrasah atau guru-guru yang terdapat di sekitar lokasi pondok pesantren.

buku kacamataProses Pembelajaran

Proses pembelajaran PPS Wajar Dikdas dasar disesuaikan dengan proses pembelajaran di pondok pesantren.

Prinsip dasar proses belajar mengajar ialah dapat dipahaminya bahan dan materi pelajaran tersebut oleh para santri peserta didik, dengan lebih mudah dan lebih cepat.

Metode pendidikan tradisional yang telah menjadi ciri khas pengajaran pondok pesantren dapat digunakan untuk pelaksanaan program ini.

Metode-metode tersebut antara lain:

  1. Weton/Bandongan,
  2. Sorogan,
  3. Halaqah,
  4. Hapalan,
  5. Keempat metode di atas bisa diterapkan dalam pelaksanaan pengajaran 3 (tiga) mata peiajaran pokok wajar dikdas (Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia), atau untuk pembelajaran mata pelajaran umum lainnya.

Selain metode yang sudah disebutkan di atas, Pondok Pesantren bisa mengaplikasikan metode yang telah dikenai luas pada proses belajar mengajar (PBM) di madrasah dan di sekolah seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, Cara Belajar Siswa Aktif (CSA), penugasan, dan seterusnya.

Penilaian Hasil Belajar

Penilain Hasil Santri Wajar Dikdas

anak belajarPenilaian harian mingguan, dilakukan oleh guru/tutor/mudarris/ustadz selama proses pembelajaran sesuai dengan kemajuan santri dalam belajar. Bahan evaluasi harian/mingguan bisa digunakan Lembar Kerja Santri (LKS) yang menyatu dengan buku teks mata pelajaran, atau dengan soal-soal yang disusun oieh guru yang bersangkutan

Ulangan umum yang merupakan penilaian prestasi belajar santri yang dilakukan secara berkala, penyelenggaraannya dapat dilakukan bersamaan waktunya dengan ulangan umum SD/MI atau SLTP/MTs setempat atau disesuaikan dengan jadwal kegiatan ulangan umum pada Pondok Pesantren yang bersangkutan.

Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir (Pehabta) program wajib belajar pendidikan dasar pada PPS untuk mata pelajaran umum, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA, dengan menggunakan standar nasional, dilakukan oleh pihak yang berwenang melakukan pengujian yaitu Pusat Penilaian Pendidikan pada Kementerian Pendidikan Nasional. Penilaian mata pelajaran umum lainnya, seperti Ilmu-ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Asing dan kewarganegaraan, dilakukan sendiri oleh guru/ustadz pondok pesantren dengan rambu-rambu penyusunan sóal dan Pusat Penilaian Pendidikan atau instansi lain yang berwenang.

Waktu pnyelenggaraan penilaian ujian akhir sekolah (UAS) atau Ujian Akhir Nasional (UAN) bisa dilakukan dengan dua alternatif.

Bersamaan dengan penyelenggaraan UAS/UAN di SD dan MI atau SMP dan MTs.

Bersamaan dengan waktu ujian/latihan pondok pesantren.

Persyaratan untuk mengikuti ujian UjianAkhir Sekolah atau Ujian Akhir Nasional

Untuk ujian penilaian pada jenjang Salafiyah ‘Ula (dasar), santri harus sudah terdaftar dan mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar pada Pondok Pesantren Salafiyah minimal 3 (tiga) tahun berturut-turut.

Untuk ujian penilaian pada jenjang  Salafiyah Wustho (lanjutan), santri harus telah memiliki STTB atau ijazah SD/MI/Paket A/ Salafiyah ‘Ula, dan telah terdaftar dan mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar pada jenjang Salafiyah Wustho minimal 2 (dua) tahun berturut-turut.

Untuk mengikuti ujian akhir pendidikan kesetaraan juga mengacu kepada POS dari Kemendiknas

IMG_20130508_130043
ujian kesetaraan

Untuk dapat mengikuti ujian program wajib belajar pendidikan dasar, pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah penyelenggara program ini harus melaporkan data santri yang akan mengikuti ujian kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Kemudian Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi. Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi melaporkan ke Kementerian Agama Pusat 4 (empat) bulan menjelang pelaksanaan ujian. (Contoh laporan pada lampiran 4).

Iklan

Penulis: Gadung Giri

salam kenal

5 thoughts on “PETUNJUK RINGKAS PPS WAJAR DIKDAS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s